Jumat, 25 Januari 2013

penyakit diare

Penyakit Diare

Diare atau diarrhea adalah sebuah penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dengan tinja atau fases yang masih memiliki kandungan air berlebihan.
Diare bisa disebabkan karena gijal dari luka, penyakit alergi terhadap gula fruktosa atau laktosa, memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan secara berlebihan , kelebihan vitamin C, atau karena infeksi bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Vibrio cholera.

Gejala diare :
1. Sakit perut
2. Seringkali mual dan muntah
3. Buang air besar terus menerus
4. Nafsu makan berkurang
5. Demam tinggi
6. Terkadang ada darah dalam tinja atau feses
7. Gejala lainnya dapat timbul seperti pegal pada punggung, dan perut berbunyi.

Diare dapat diatasi dengan mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupiuntuk menggantikan yang hilang, lebih baik dicampur dengan garam dan gula, bisa juga minum oralit, atau minum obat pencegah diare .
Banyak cara untuk mencegah datangnya penyakit diare ini, diantaranya adalah :
1. Menjaga kebersihan ingkungan terutama air
2. Jangan makan sembarangan apalagi makanan yang tercemar bakteri yang bisa menyebabkan diare
3. Hindari makan makanan yang terlalu pedas dan asam.
4. Menjaga kondisi rubuh dengan olahraga dan minum air 8-12 kali sehari.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penularan Diare

Penyakit diare bisa menular dengan adanya kontak dengan feses yang terinfeksi secara langsung. Berikut penjelasannya :
  1. Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
  2. Bermain dengan mainan yang terkontaminasu apalahi pada bayi sering memasukkan tangan atau mainan atau apapun ke dalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan di permukaan udara sampai beberapa hari.
  3. Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
  4. Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
  5. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan feses anak yang terinfensi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.
Agar tidak terjadi atau menjadi penyakit yang parah , diare harus kita cegah. sebab jika tidak, bukan hanya menyerang kita tetapi juga akan menjadi satu-satunya penyebab terhadap kematian. Diare mudah dicegah. Beberapa cara atau bentuk pencegahan penyakit ini antara lain dengan mencuci tangan, memakai sabun dengan benar pada 5 waktu penting yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak, dan sebelum menyiapkan makanan. Dsamping itu, kita harus meminum air minum sehat atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klonirasi.
Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga seperti lalat, kecoak, kutu, lipas, dan lain-lain menjadi salah satu cara lain dalam pencegahan penyakit diare. Selain itu, kita harus membuang air besra dan air kecil pada tempatnya dan sebaliknya menggunakan jamban dengan tangki septik.
Berikut ini ada beberapa saran penting yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya diare pada bayi yaitu :
  1. Terus memberikan ASI kepada bayi selama 4 bulan pertama. Dengan ASI, tubuh bayi akan membentuk antibodi untuk memperbaiki saluran pencernaannya dan menahan laju diare.
  2. Jika kita mulai memberikan mekanan baru atau makanan padat kepada bayi, mulailah dengan sedikit demi sedikit dan melumatkan terlebih dahulu makanan tersebut. Ini dimaksudkan untuk memberikan waktu adaptasi bagi perut si bayi untuk mencerna makanan.
  3. Jagalah agar kondisi bayi selalu bersih dan berada ditempat yang sehat.
  4. Mencegah agar anak tidak memasukkan barang-barang kotor ke dalam mulutnya.
  5. Jangan memberika obat-obatan yang tidak diperlukan bayi.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare Dan Pencegahannya

Diare adalah suat penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dan feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Dalam diare ini buang air besar sampai terjadi 3 kali lenih dalam 1 hari dan biasanya berlangsung selama 2 hari atau lebih, Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.
Diare ini bisa dikatakan terjadi ialah jika seseorang mengeluarkan feses dalam bentuk yang encer. Jika kotoran tersebut mengandung lendir dan darah, penderita telah mengalami fase yang disebut disentri. Diare dapat terjadi dalam kadar yang ringan maupun yang berat. Diare biasanya terjadi secara mendadak, bersifat akut, dan berlangsung dalam waktu lama. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan kadang diperlukan pengobatan khusus.
Penyakit diare masih sering menimbulkan kejadian luar biasa, seperti halnya kolera  dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Namun, dengan pengobatan yang tepat, cepat dan bermutu, maka kematian dapat ditekan seminimal mungkin.

Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diare dan Obatnya

Jangan heran bila bayi, balita, dan anak-anak kena diare. Mereka memang mudah terserang diare. Menghadapi hal ini sebaiknya orang tua sebaiknya bersikap tenang karena diare pada anak biasanya dapat sembuh sendiri. Yang harus dijaga adalah jangan sampai anak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).
Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dalam jumlah memadai, merupakan modal utama untuk mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit, dengan frekuensi sesering mungkin.
Cairan dehidrasi oral, yang bisa disebut oralit, merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan. Jika oralit tidak tersedia, sup atau air biasa lumayan efektif sebagai upaya rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi.
Selain memberikan cairan, ASI maupun makanan pendamping ASI harus tetap diberikan agar anak tidak kekurangan gizi hingga pertumbuhannya terganggu. Sebaliknya, larutan yang hiperosmoler karena kandungan gulanya tinggi jangan diberikan. Misalnya, teh yang sangat manis, soft drink dan minuman buah dalam kaleng yang manis.
Orang tua harus tau tanda-tanda memburuknya diare. Bawa anak ke fasilitas layanan kesehatan atau dokter, jika kondisi anak tidak membaik dalam tiga hari atau buang air besar (BAB) cair bertambah sering, muntah berulang-ulang, makan atau minum sedikit, demam dan tinja anak berdarah.
Untuk mengatasi diare, saat ini pasien sering diberi probiotik yang dicampurkan dalam cairan atau makanan anak. Tujuan pemberian probiotik adalah untuk memperbanyak kuman baik sehingga dapat mempersingkat episode diare.
Pemberian obat diare pada anak sebaiknya memang jangan sembarangan karena dapat beresiko menimbulkan efek sampingyang cukup berbahaya. resiko tersebut dapat berupa mual, muntah, bahkan yang cukup berat timbul ileus paralitik (gangguan pada usus) yang dapat berakibat sangat fatal, bahkan tidak jarang membutuhkan pembedahan.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Dehidrasi Karena Diare

Diare merupakan kasus yang banyak terjadi di masyarakat. Biasanya ditandai oleh frekuensi BAB lebih dari 3 kali sehari, dengan bentuk feses atau tinja yang cair. Tak heran jika kasus ini cukup tinggi di masyarakat akan kebersihan diri dan lingkungan masih terbatas.
Jika ada anggota keluarga mengalami diare, harus segera di hentikan. Penderita jangan sampai kekurangan cairan (dehidrasi) dan elektrolit, jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan fungsi ginjal sampai kematian.
Cairan mengandung elektrolit seperti oralit, harus segera diberikan dan disesuaikan dengan banyaknya cairan atau feses yang keluar. Jika kondisi dehidrasi cukup berat dan pasien tidak bisa minum karena mual dan muntah, ia perlu dirawat dirumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi.
Obat antidiare diberikan untuk menghentikan diare, sementara antibiotika untuk membunuh kuman penyebab diare. Tidak semua diare disebabkan oleh infeksi. Karenanya tidak semua diare membutuhkan antibiotika. Antibiotika bisa diberikan jika penderita disertai gejala penyakit infeksi lainnya seperti demam.
Obat-obatan lain kadang diperlukan untuk mengurangi gejala tambahan. Misalnya, jika terjadi demam, kepada penderita dapat diberikan obat penurun panas. Jika terjadi mual dan muntah, dapat diberikan obat antimuntah. Jika mules, pasien dapat diberi obat anti kejang usus (antispasmodic).
Obat antidiare harus diberikan dengan bijaksana. Obat ini harus segera dihentikan, jika pasien tidak mencret lagi. Obat antidiare yang ada dipasaran antara lain bekerja sebagai adsorben/ protektan atau sering disebut sebagai  obat pengeras  feses, seperti antapulgin, pectin/kaolin, smectit,karkoal, ispagula husk dan kolesteramin.
Beberapa obat antidiare banyak digunakan dan bisa dibeli bebas. Jangan lupa perhatikan dosis dan aturan pakainya. Jika tidak ada perubahan atau diare makin berat, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapat obat yang tepat.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Diare

Hal-hal kecil tapi preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diare, seperti memberikan makanan dan minuman matang kepada anak-anak, tidak memakan makanan mentah, dan tambahan vitaminuntuk menjaga kondisi tubuh. Agar tubuh tidak terserang diare, menjaga kebersihan adalah salah satu kuncinya. Semua tindakan pencegahan diare dapat dengan mudah dilakukan oleh setiap anggota masyarakat, dari usia anak-anak hingga usia lanjut.
Untuk bayi, pencegahan diare dapat dilakukan dengan memberikan ASI dan memperbaiki mutu gizi maupun kebersihan makanan pendamping. Selain itu buanglahtinja bayi kedalam jamban, dan bersihkan sisa kotoran dengan antiseptik atau desinfektan.
Pemeriksaan laboatorium juga diperlukan untuk mengetahui adanya kuman, sehingga terapi dapat dilakukan dengan tepat.
Bila ternyata hasil feaces voll leucocyt positif, itu artinya diare kronis, sehingga penderita harus segera dirawat dirumah sakit. Jangan lupa meminum obat untuk membantu pemulihan kembalikonsistensi cairan penyebab diare.
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Penanganan Diare

Jika terkena diare, yang harus dilakukan adalah minum banyak cairan, menghindari makanan padat atau yang tidak berperasa selama 1-2 hari, minum cairan dehidrasi oralit dan memeriksakan diri ke dokter. Jika oralit tidak ada buatlah larutan garam dan gula. Caranya masukkan dua sendok teh gula pasir dan sedikit garam dapur ke dalam satu gelas air.
Jika diare menyerang bayi, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Untuk mencegah serangan diare, ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti mencuci tangan dengan baik setiap selesai buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan.
Usahakan agar tangan selalu dalam keadaan bersih, terutama sebelum dan sesudah makan. Makanan yang ada harus ditutup untuk mencegah kontaminasi dengan lalat, kecoa, dan tikus.
Secara tradisional, pengobatan diare bisa dilakukan dengan menggunakan tanaman tertentu. Misalnya jambu biji, daun salam, dan lempuyang gajah. Beberapa zat aktif yang mampu menghentikan diare ditemukan didalamnya.
Diantaranya minyal atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Zat aktif itu berperan sebagai antibakteri, absorbent (pengelat atau penetral racun), astringent (melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus), dan antipamolitik (kontraksi usus). Dari beberapa tanaman tersebut, jambu biji atau psidium guajava L, termasuk tanaman yang mudah ditemukan.
Selain buahnya sebagai sumber vitamin C yang paling tinggi, hampir semua bagian dari tanaman ini (terutama daun dan buah muda) dapat digunakan untuk mengobati menceret. Bahkan akarnya merupakan obat yang ampuh untuk disentri awal stadium dua.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Diare

Jika bakteri diare masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut akan mengeluarkan rcun dan tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan racun tersebut dengan cara muntah.
Namun sebagian besar akan turun ke pencernaan bagian bawah dan berkembang biak.
Proses tersebut membutuhkan waktu selama delapan jam. Kemudian penderita mengalami menceret. Sebenarnya menceret membantu mengeluarkan kuman sehingga tidak perlu lagi diberi obat untuk menghentikannya, karena bila virus atau bakteri tidak keluar, maka perut akan kembung karena kuman mengeluarkan gas.
Begitu kuman keluar, menceret akan berhenti. Yang terpenting adalah cairan yang masuk harus seimbang dengan cairan yang keluar.
Bila penderita mengalami dehidrasi ringan, anda cukup memberikan oralit atau larutan garam dan gula, namun bila penderita mengalami degidrasi berat diperlukan terapi cairan berupa infus.
Memang diare yang disertai muntah dapat membantu mengeluarkan racun atau toksin, tetapi nustrisi menjadi terhambat masuk ke dalam tubuh. Maka untuk memenuhi ini, kompensasi tubuh adalah memecah kembali glikogen yang tersimpan dalam otot menjadi glukosa yang dipakai sebagai kalori. Proses ini disebut glikolisis.
Dengan terjadinya glikolisis maka timbulah rasa mual, akhirnya muntah. Selama nutrisi belum masuk proses glikolisis ini akan berlangsung terus sehingga mual dan muntah akan semakin sering.
Begitu infus atau cairan yang mengandung gula masuk, proses glikolisis akan berhenti, mual dan muntah akan berkurang secara berangsur-angsur.
Posted in Penyakit Diare | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare dan Pengobatannya

Diare termasuk kategori penyakit menular yang kerap dijumpai dimasyarakat, terutama dilingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.
Di negara-negara berkembang, tingginya prevalensi diare disebabkan oleh kombinasi mutu air yang tercemar dengan kekurangan protein dan kalori.
Bakteri penyebar diare terdapat dalam tinja penderita diare, kemudian menyebar lewat udara atau kontak langsung, menempel pada makanan, minuman atau tempat makanan yang dikonsumsi calon penderita.
Seseorang penderita diare bila frekuensi buang air besar telah melampaui kebiasaanya dengan kotoran yang encer dan mengeluarkan banyak.
Diare yang terus menerus bisa jadi gejala penyakit berat seperti tipus, kolera dan kanker usus. Pada tingkatan yang lebih parah, nafsu makan akan menurun, tubuh makin lemah karena kekurangan cairan. Sehingga diare bisa membahayakan jiwanya.
Penyebab diare bisa karena adanya anxietas atau rasa cemas, keracunan makanan, infeksi virus dan usus, dan alerg terhadap makanan tertentu.
Bahan-bahan makanan yang telah masuk ke dalam tubuh tidak dapat diserap dalam darah dan tertinggal di usus. Secara umum, gejala diare adalah sakit perut, mulas, frekuensi buang air besar melebihi normal, kotoran encer atau cair, ada yang berupa darah atau lendir, rasa panas dianus seolah-olahingin buang air besar, perut kembung, sakit atau kejang perut, demam, dan muntah, berat badan turun.
Penyakit ini biasanya disertai dengan infeksi saluran pernapasan, misalnya batuk, pilek, tenggorokan merah, dan infeksi telinga.
Saat itu juga akan terjadi komplikasi, seperti dehidrasi, mata cekung, kulit tidak elastis, dan sedikit buang air besar.
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Diare Pada Bayi

Diare lazim dijumpai pada bayi atau anak-anak. Diare terjadi bila bayi buang air besar lebih encer dan lebih sering dari biasanya. Tinja anak diare dapat mengandung lendir dan darah, tergantung pada penyebabnya. Gejala lain adalah demam dan muntah. Kadang, gejala muntah dan demam mendahului gejala diarenya. Diare dapat menyebabkan bayi kekurangan cairan.
Penyebab Diare
Penyebab diare sangat bermacam-macam, antara lain infeksi (bakteri atau virus) dan alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare harus segera ditangani. Bila tidak, diare dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal.
1. Infeksi Virus atau Bakteri
Virus yang paling banyak menyebabkan diare adalah virus rotavirus. Diare juga dapat disebabkan oleh bakteri, seperti Shigella, Vibrio Cholera, Salmonella (nonthypoid), dan Escherichia Coli. Anak dapat mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diarenya hebat dan diikuti kejang, darah pada tinja, dan demam.
2. Parasit
Diare juga dapat dikarenakan infeksi akibat parasit. Penyakit giardiasis – misalnya, disebabkan oleh parasit mikrosopik yang hidup di dalam usus. Gejalanya adalah tinja sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung dan diare.
3. Makanan dan Minuman
Mengkonsumsi terlalu banyak jus, terutama jus buah yang mengandung sorbitol dan fruktosa tinggi atau terlalu banyak minum-minuman manis dapat membuat perut bayi kaget dan mengalami diare.
4. Antibiotik
Jika bayi mengalami diare selama penggunaan antibiotik, mungkin ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalani. Antibiotik dapat membunuh bakteri baik dalam usus. Berkonsultasilah dengan dokter untuk masalah ini
5. Alergi Makanan
Alergi makanan pada bayi biasa terjadi pada bayi yang mulai makan makanan padat. Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai reaksi, salah satu nya adalah diare.
6. Intoleransi Makanan
Bayi mengalami intoleransi laktosa bila tidak cukup memproduksi laktase – suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya). Gejala-gejalanya, seperti diare, perut kembung dan banyak gas dapat terjadi bila laktosa tidak terurai. Gejala biasanya muncul sekitar 1-2 jam setelah mengkonsumsi produk susu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar